DUMAI - Selain perjuangan Eksekutif (pemerintah)dan Legislatif (DPRD) dalam memperjungkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD), tak terlepas pula perjuangan tersebut seharusnya melibatkan seluruh komponen masyarakat Dumai secara umum.
Kecilnya APBD Dumai selama ini disebabkan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam mendorong Pemko Dumai untuk memperjuangkan APBD.
Kecilnya APBD Dumai selama ini disebabkan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam mendorong Pemko Dumai untuk memperjuangkan APBD.
“Masyakat Dumai yang berkompeten mulai malas berjuang dan malas memberikan dorongan untuk mendongkrak APBD Kota Dumai, kata H. Zulkifli Ahad kepada Mimbar Riau di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu.Salah satu masyarakat atau lembaga yang awalnya berjuang demi kepentingan Dumai, seperti Komite Reformasi Masyarakat Dumai(KRMD), “katanya.
Kelompok atau organisai yang telah berjuang dari tahun 1988 ini malah tak pernah merasakan hasil dari perjuangannya. Setidaknya bagi yang ikut berjuang untuk kepentingan Dumai harus di perhatikan dan dihargai, “tambahnya.
Daearah kita lahir dari sebuah perjuangan masyarakat Dumai, bukan seperti Bengkalis, Rokan Hilir dan Siak yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, “katanya.
Seperti kita ketahui daearah lain di Indonesia masyarakatnya ikut berlomba-lomba untuk mendukung daerahnya, tapi masyarakat Dumai malah diam tak berbuat apa apa.
Maka dari itu sudah selayaknya kita mengenang para pejuang yang yang ikut memberikan sebuah pemikiran yang terbaik bagi perkembangan Dumai, “paparnya.
Saya yakin jika Pemko dan masyarakatnya bersinergi, Dumai akan lebih baik, mungkin bisa lebih maju dari daerah lain.
Karena Dumai adalah salah satu kota di Dunia yang berada didalam Selat, yang pertama Perancis dan yang kedua Dumai. Dearah kita yang di apit oleh selat Malaka memberikan peluang yang cukup besar bagi perekonomian Dumai ‘kata Zul Ahad.
Dan kita harus rebut peluang seperti Perancis salah satu negara yang memiliki kesamaan dengan Dumai ”terangnya.
Selain itu, setelah ada undang undang otonomi daerah, kita bisa atur perekonomian sendiri, dengan mengurangi angka Kemiskinan, Pengangguran dan memperhatikan segala bentuk kepentingan masyarakat, “kata dia. (rid)
Sitemap
Forum Komunikasi
Kebijakan
Kontak Me

0 komentar:
Posting Komentar