Home » » Materi Kutbah Jumat di Masjid Kantor Gubri Disesalkan

Materi Kutbah Jumat di Masjid Kantor Gubri Disesalkan

Written By user on Jumat, 18 Maret 2011 | 07.24

Riauterkini-PEKANBARU- Sejumlah jemaah Sholat Jumat di Masjid Kantor Gubernur Riau, Jumat (18/3/11) terlihat saling berbicarang usai sholat. Mereka mengeluhkan materi khutbah yang berbau politis. Mereka menyesalkan khotib yang memilih tema 'Peran Wanita dalam Prespektif Al-Qur,an' yang dianggap sensitif jelang Pemilukada Pekanbaru, di mana istri Gubernur Riau Septina Primawati Rusli maju sebagai calon walikota.

Sikap tidak setuju sejumlah jamaah sangat nyata. Bahkan seorang pejabat eselon II di lingkungan Setdaprov Riau begitu keluar dari masjid berujar kepada wartawan, "Ustadznya lebay, ya," sambil menggeleng kecil.

Sementara beberapa jemaah lainnya langsung melontarkan ketidaksetujuannya dengan berujar. "Masak khutbah Jumat seperti itu. Berbau politis. Tidak semestinya disampaikan dalam khutbah," protes seorang jemaah berseragam PNS.

"Inilah payahnya kalau agama diperjual-belikan. Susah cari ustadz yang jujur. Semua berbau politik," keluh yang lainnya.

Dari pengamatan riauterkini, akhir khutbah yang disampaikan Buya Hanafi menjadi materi yang memicu jemaah meradang. Dalam pesannya khotib menyebutkan masalah wanita menjadi pimpinan. Bahkan, lebih mengenai wanita menjadi walikota berdasarkan presepsi Al-Alqur,an menurut pandangannya sendiri.

Redaksi sengaja tidak menyebutkan apakah dalam pesannya khotib melarang atau membolehkan wanita menjadi pimpinan, demi menghindari polemik yang tengah merebak. Tetapi memang tak sepatutnya kegiatan ibadah disusupi dengan pesan-pesan politis murahan.

"Masalah wanita jadi pemimpin itu sudah jelas ada perbedaan pandangan umat Islam, jadi biarlah umat yang menentukan sendiri pilihannya. Tidak perlu diarah-arahkan seperti tadi. Kesannya sangat tidak bagus," saran seorang jemaah lainnya.***(mad)


0 komentar:

Posting Komentar

Daerah