PEKANBARU (LKARNEWS) - Hampir seribuan massa dari masyarakat yang menamakan dirinya Koalisi Masyarakat Pekanbaru Bersatu (KMPB) melakukan aksi demonstrasi terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan diadakan penundaan, aksi tersebut dilakukan di beberapa titik Kota diantaranya jalan Gajah Mada dan depan Kantor Walikota Pekanbaru.
Demonstrasi tersebut dimulai pukul 09.30 WIB. Massa KMPB ini memulai aksi demonya dijalan Gajah Mada , kemudian dilanjutkan ke walikota Pekanbaru Pekanbaru dengan berjalan kaki. Dalam orasinya, koordinator lapangan KMPB, Doni mendesak Segera dilaksanakan PSU sesuai dengan Amar Putusan MK.
KMPB sempat memblokir jalan Sudirman dengan membakar ban bekas di tengah jalan membuat jalan sudirman lumpuh total. untuk aksi tersebut beberapa masyarakat juga menyampaikan orasi termasuk dari kaum hawa.
Koordinator lapangan KMPB, Doni Herman, kepada wartawan mengungkapkan bahwa aksi yang mereka gelar tersebut merupakan panggilan hati nurani. KMPB meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengambil sikap tegas terkait penundaan PSU di Pekanbaru. Apabila PSU Tidak dilaksanakan pada 14 September, MK diminta untuk melantik pasangan yang menang pada pemilukada 18 Mei 2011 lalu. Apabila hal tersebut tidak bisa dilaksanakan MK, massa KMPB meminta MK segerah di bubarkan, karena telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau, untuk menghancurkan Kota Pekanbaru.
"Kami minta MK ambil sikap tegas terkait penundaan PSU, apabila MK tidak bisa melakukannnya, kami menuduh MK secara terang-terangan telah mencederai hati masyarakat Kota Pekanabaru, kalau sudah begitu, kami minta MK dibubarkan saja," ungkap Doni.
Selain itu, Ormas KMPB berjanji akan mengerahkan massa yang lebih banyak, apabila MK tidak bisa mendengarkan aspirasi yang mereka sampaikan. "Ini baru pemanasan, besok pagi akan kita kerahkan massa yang lebih banyak, ini baru pemanasan," ujar Doni.
menurut Pantauan LKARNEWS dilapangan ternyata aksi yang digelar merupakan murni dari hati nurani masyarakat yang menginginkan pemimpin yang defenitif untuk kota Pekanbaru tersebut.
Seperti hal yang diungkapkan seorang ibu yang bernama mirna mengatakan bahwa ia mengikuti demo tersebut bukan diiming - imingkan uang namun karena merasa terpanggil dan gerah dengan belum adanya walikota yang depenitif. " saya mengikuti aksi ini bukan karena dibayar namun karena panggilan nurani" katanya
Sementara itu, pihak Polresta Pekanbaru sendiri berjanji akan terus menjaga aksi yang digelar para pengunjuk rasa, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat tindakan anarkis dari para pengunjuk rasa.(lkar)
Demonstrasi tersebut dimulai pukul 09.30 WIB. Massa KMPB ini memulai aksi demonya dijalan Gajah Mada , kemudian dilanjutkan ke walikota Pekanbaru Pekanbaru dengan berjalan kaki. Dalam orasinya, koordinator lapangan KMPB, Doni mendesak Segera dilaksanakan PSU sesuai dengan Amar Putusan MK.
KMPB sempat memblokir jalan Sudirman dengan membakar ban bekas di tengah jalan membuat jalan sudirman lumpuh total. untuk aksi tersebut beberapa masyarakat juga menyampaikan orasi termasuk dari kaum hawa.
Koordinator lapangan KMPB, Doni Herman, kepada wartawan mengungkapkan bahwa aksi yang mereka gelar tersebut merupakan panggilan hati nurani. KMPB meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengambil sikap tegas terkait penundaan PSU di Pekanbaru. Apabila PSU Tidak dilaksanakan pada 14 September, MK diminta untuk melantik pasangan yang menang pada pemilukada 18 Mei 2011 lalu. Apabila hal tersebut tidak bisa dilaksanakan MK, massa KMPB meminta MK segerah di bubarkan, karena telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau, untuk menghancurkan Kota Pekanbaru.
"Kami minta MK ambil sikap tegas terkait penundaan PSU, apabila MK tidak bisa melakukannnya, kami menuduh MK secara terang-terangan telah mencederai hati masyarakat Kota Pekanabaru, kalau sudah begitu, kami minta MK dibubarkan saja," ungkap Doni.
Selain itu, Ormas KMPB berjanji akan mengerahkan massa yang lebih banyak, apabila MK tidak bisa mendengarkan aspirasi yang mereka sampaikan. "Ini baru pemanasan, besok pagi akan kita kerahkan massa yang lebih banyak, ini baru pemanasan," ujar Doni.
menurut Pantauan LKARNEWS dilapangan ternyata aksi yang digelar merupakan murni dari hati nurani masyarakat yang menginginkan pemimpin yang defenitif untuk kota Pekanbaru tersebut.
Seperti hal yang diungkapkan seorang ibu yang bernama mirna mengatakan bahwa ia mengikuti demo tersebut bukan diiming - imingkan uang namun karena merasa terpanggil dan gerah dengan belum adanya walikota yang depenitif. " saya mengikuti aksi ini bukan karena dibayar namun karena panggilan nurani" katanya
Sementara itu, pihak Polresta Pekanbaru sendiri berjanji akan terus menjaga aksi yang digelar para pengunjuk rasa, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat tindakan anarkis dari para pengunjuk rasa.(lkar)
Sitemap
Forum Komunikasi
Kebijakan
Kontak Me

0 komentar:
Posting Komentar