![]() |
| F. Riauterkini |
“Terdapat rangkaian fakta dan bukti yang terungkap di persidangan yang meyakinkan Mahkamah Konstitusi bahwa ada upaya untuk menunda pelaksanaan PSU Kota Pekanbaru secara terstruktur, sistematis dan massif yang dilakukan secara konspiratif oleh pemohon, termohon dan Penjabat Walikota. Oleh karenanya kami meminta DPRD Kota segera membentuk Pansus PSU,” tukas Ratna Juwita, Koordiantor Aksi dalam orasinya Seperti yang dilansir Riau Terkini.com
Dugaan konspirasi itu, kata Ratna, makin kuat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru melakukan perubahan, validasi dan penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berdampak banyaknya pemilih ‘siluman’.
“Oleh karena itu, kami dari GESER meminta DPRD Kota Pekanbaru segera membentuk Pansus Pengawas PSU yang sudah ditetapkanpelaksanaannya pada 21 Desember nanti. Kami juga menilai Panwaslu Kota Pekanbaru tidak lagi mampu bekerja secara independen berdasarkan asas-asas penyelenggaraan Pemilu,” tukas Ratna lagi.
Lebih kurang setengah jam berorasi, massa ini lalu diterima anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Demokrat, Firdaus Basyir. Kepada pengunjukrasa, Firdaus menyatakan, aspirasi dari pengunjukrasa itu akan disampaikan kepada pimpinan dewan.
“Aspirasi ibu-ibu dan adik-adik ini akan kami bawa ke rapat pimpinan dewan. Khusus untuk pembentukan Pansus itu ada makanismenya. Saya tidak bisa memutuskan sendiri,” kata Firdaus lagi.
Setelah mendengar jawaban dari anggota DPRD Kota Pekanbaru itu, massa pun meninggalkan gedung sementara itu. Karena mayoritas pengunnjukrasa dari ibu-ibu terlihat pengawalan keamanannya sedikit longgar.(LKARNEWS)
Sitemap
Forum Komunikasi
Kebijakan
Kontak Me

0 komentar:
Posting Komentar