BANGKINANG (LKARNEWS) - Setelah memenangkan pemilukada Kampar dengan memperoleh 45,85 persen suara beberapa waktu lalu, akhirnya Jefri Noer dan Ibrahim dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kampar Periode 2011 - 2016 oleh Gubri Riau HM Rusli Zainal Minggu (11/12).
Acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kampar periode 2011-2016 H Jefry Noer-Ibrahim Ali ini berjalan aman dengan dikawal 450 anggota Kepolisian RI.
Tepat pukul 10.00 WIB, acara pelantikan resmi dibuka oleh Ketua DPRD Kampar H Syafrizal. Pelantikan Jefry-Ibrahim menggantikan Burhanuddin Husin-Teguh Sahono digelar dalam sidang paripurna istimewa dewan yang dihadiri ribuan warga dan tokoh masyarakat Kampar.
Hasil Pemilukada Kampar sempat dipersoalkan hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun gugatan yang diajukan pasangan dari jalur independen, Hardiman-Indra Putra, ditolak MK.
"Yang patut kita banggakan, pesta demokrasi di Kampar berjalan sukses. Banyak yang ingin belajar dengan ketertiban Pemilukada Kampar. Untuk beberapa bulan ini di Indonesia hanya di Kampar yang pelaksanaan Pemilukadanya berjalan aman, tanpa ada kerusuhan," kata Syafrizal.
Pada kesempatan itu, Syafrizal mengingatkan Jefry-Ibrahim untuk mengemban amanah rakyat. "Kemenangan yang didapat itu, karena adanya kepercayaan dari masyarakat. Untuk itu harus ingat bahwa nantinya masyarakat akan menagih janji," ujarnya.
Pelantikan Jefry-Ibrahim dilakukan setelah Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Bupati Kampar dan SK Pengangkatan Wakil Bupati Kampar masa jabatan 2011-2016. Pengangkatan Jefry tertuang dalam SK Mendagri No 131.14-852 Tahun 2011. Sedangkan pengangkatan Ibrahim tertuang dalam SK Mendagri No 131.14-853 Tahun 2011. Dua SK Mendagri tersebut dikeluarkan pada 8 Desember 2011.
Selain melantik atas nama Mendagri, Gubernur Rusli Zainal juga membacakan sumpah jabatan Jefry-Ibrahim. Rusli pun mengaku bangga Pemilukada Kampar berjalan sesuai tatanan. "Kesuksesan Pemilukada Kampar harus menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya," ujarnya.
Rusli juga mengharapkan Jefry-Ibrahim menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Dia mewanti-wanti agar keduanya tidak mengecewakan masyarakat yang memilihnya saat pesta demokrasi digelar. "Karena dengan terpilihnya Anda, masyarakat sangat mengharapakan agar mereka bisa diayomi," ungkapnya.
Rusli juga mengingatkan Jefry tidak membuat kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. "Itu agar nantinya tidak menjadi bumerang bagi kita, selaku bupati yang dipilih oleh masyarakat," jelasnya.
Burhanuddin Minta Maaf
Mantan Bupati Kampar Burhanuddin Husin yang sudah melepaskan jabatannya sebagai kepala daerah menyampaikan maaf kepada seluruh masyarakat jika memiliki kesalahan selama memimpin Kampar. Dia jug meminta warga mendukung program pembangunan pemerintah di bawah kepimpinan Jefry.
"Sementara ini saya fokus untuk keluarga saja. Dan bisa jadi pengacara dulu," kata Burhanuddin berseloroh. Pengacara yang dimaksud bukanlah menjadi penasehat hukum dalam sebuah perkara. Namun, pengacara yang disebut Burhanuddin adalah sebuah pelesetan, yakni pengangguran banyak acara.
Pada kesempatan itu, Burhanuddin juga menyampaikan salam perpisahan kepada sejumlah staf yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja. "Setelah lima tahun lamanya kita bersama, hari ini kita berpisah," tuturnya.
Pelantikan Bupati Kampar dikawal ketat oleh polisi. Selain anggota Kepolisian Resor Kampar juga terlihat Tim Gegana Brigade Mobil Riau. "Itu untuk mensterilkan lokasi pelantikan," ujar Kepala Polres Kampar Ajun Komisaris Besar Polisi Trio Santoso yang didampingi Kepala Bagian Operasional Komisaris Polisi Hariadi. (LKARNEWS)
Sitemap
Forum Komunikasi
Kebijakan
Kontak Me
0 komentar:
Posting Komentar