Home » » Home » Tajuk Rencana » UMP Rendah, Solusinya Insentif Ditambah UMP Rendah, Solusinya Insentif Ditambah

Home » Tajuk Rencana » UMP Rendah, Solusinya Insentif Ditambah UMP Rendah, Solusinya Insentif Ditambah

Written By user on Minggu, 06 Maret 2011 | 07.54

Umumnya  pendapatan penduduk Riau cukup makan. Dalam arti apa yang diperoleh hari ini (pendapatan) akan habis dimakan untuk hari ini.Jika keperluan hidup di Riau rata-rata Rp50 ribu per hari, sebagaimana dijelaskan pengamat ekonomi Riau, Edyanus Herman Halim MSi, maka penghasilan per bulan Rp1,5 juta bagi penduduk Riau.Ungkapan Edyanus ini sejalan dengan keperluan rakyat kecil di Riau, bahwa umumnya masyarakat Riau bekerja sekadar cukup untuk makan.

Apa yang dihasilkan hari ini maka akan habis dimakan pada hari itu juga. Untuk makan esok, maka dicari lagi. Jika angka Upah Minimun Provinsi ditetapkan Rp1.120.000 berdasarkan Keputusan Dewan Pengupahan Riau, maka angka itu dianggap tidak cukup.
Bagi penduduk yang bermukim di kota, angka Rp1.120.000 itu hanya dijadikan tambal sulam untuk mengutang ke kedai, disebabkan uang belanja tidak cukup. Itupun jika pihak kedai mau meminjamkan belanjaan. Jika tidak, maka terpaksa mengutang ke rentenir, maka jadilah utang pun menggunung.

Maka sangat wajar jika pemerintah mempertimbangkan kembali UPM yang sudah ditetapkan, bahkan Menakertrans pun menilai angka UMP Riau tidak layak. Jika pusat (Jakarta) saja menyatakan bahwa UMP tidak layak, kita sendiri tentu malu dengan keputusan UMP itu sendiri.
Bagaimana solusinya? Pihak pengusaha seharusnya arif. 

Jika UMP di-tetapkan hanya Rp1.120.000, untuk memenuhi keperluan yang terus naik —mulai dari harga beras yang melonjak sampai Rp12 ribu per Kg, bawang, cabai dan lainnya— pengusaha memberi penghasilan tambahan dalam bentuk seperti uang makan, uang transpor, bantuan atau sejenisnya. Sehingga karyawan atau buruh mampu bertahan dalam menghadapi kenaikan harga-harga kebutuhan pokok itu.

Bagi kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) mereka mendapatkan bantuan. Bagi guru mereka mendapat tambahan honor. Demikian juga hendaknya bagi kalangan buruh atau karyawan swasta mereka perlu bantuan untuk memenuhi segala keperluan hidup yang terus meroket.***

0 komentar:

Posting Komentar

Daerah