Keberadaan objek wisata di Riau memiliki potensi yang strategis dan nilai jual yang tinggi, baik pada masyarakat lokal maupun luar. Hal ini dikarenakan Riau memiliki sejarah dan juga budaya yang memiliki nilai-nilai lebih, sehingga ini menjadi daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk melihatnya.
‘’Sekarang ini sektor pertumbuhah ekonomi dan juga pembangunan serta jasa berkembang pesat di Riau. Hal ini seharusnya diimbangi dengan keberadaan objek pariwisata yang mendukung, karena walau bagaimanapun wisatwan yang singgah itu tidak lain salah satu tujuannya untuk berdarmawisata,’’ kata Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, usai membuka rapat koordinasi bidang kebudayaan dan pariwisata, bersama Dinas Pariwasata kabupaten/kota di Riau, Kamis (3/3) di Hotel Arya Duta Pekanbaru.
Menurut Mambang, potensi pariwisata di Riau harus dimaksimalkan, karena memiliki peranan yang strategis dalam mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di samping itu juga sekarang ini sejarah dan budaya yang berada di kabupaten/kota di Riau menjadi aset yang paling berharga untuk dikembangkan.
‘’Saya minta agar Disbudpar dapat memanfaatkan budaya dan sejarah yang dimiliki Riau untuk dikemas secara baik. Apalagi sebentar iven nasional PON ada di Riau,’’ kata Mambang.
Sementara itu, Kadis Budpar Riau RM Yamin menambahkan, potensi wisata menjadi salah satu andalan investasi di tahun 2011. Salah satu potensi wisata yang diandalkan adalah, wisata budaya sejarah. Alasannya karena Riau tidak memiliki potensi wisata alam yang mumpuni di banding provinsi lainnya di Indonesia. Karena itu, potensi wisata budaya sejarah menjadi andalan Provinsi Riau.
‘’Di antara wisata budaya sejarah yang akan kita tonjolkan itu, Istana Sultan Siak, Candi Muara Takus dan sejumlah objek sejarah lain yang ada di kabupaten/kota di Riau,’’ sebut dia.(rnl)
Sitemap
Forum Komunikasi
Kebijakan
Kontak Me
0 komentar:
Posting Komentar