Home » » Balon Bupati Mesti Mengukur Kemampuan

Balon Bupati Mesti Mengukur Kemampuan

Written By LKAR on Selasa, 05 Juli 2011 | 07.53

BANGKINANG (LKARNEWS)- Semakin hari semakin banyak bakal calon (balon) bupati dan balon wakil bupati Kampar  yang menyatakan akan maju dalam pemilukada  Kabupaten Kampar  tahun 2011.

Hal ini bisa dilihat dari pernyataan mereka di media massa, didepan publik, hingga pesan-pesan yang mereka sampaikan melalui baliho, spanduk dan sebagainya sebagai bentuk semakin hidupnya demokrasi di daerah ini.

Hanya saja disatu sisi,  disayangkan,  banyak balon yang tidak mengukur bayang-bayang (kemampuan, red) mereka untuk maju, sehingga terkesan apa yang mereka lakukan kedepan  nanti untuk  mencapai  maksud mereka menjadi bupati atau wakil Bupati akan menjadi pekerjaan mubazir. Bahkan pernyataan balon yang menyatakan mereka  siap untuk maju, justru menjadi cemoohan publik, karena  masyarakat tahu kapasitas dan kemampuan mereka.

Demikian diungkapkan Ketua Dubalang Lembaga Adat Kabupaten Kampar (LAK) H.M  Bahrum Dt Mangkudun Sati kepada wartawan. ”Sampai saat ini saya terus mengikuti  perkembangan proses pemilukada Kabupaten Kampar,  menurut catatan saya sudah lebih dari 20 orang balon yang menyatakan siap maju,” ujarnya seperti yang dilansir www.kamparkab.go.id

Namun kata Bahrum,  kadang ia merasa geli hati  melihat dan mendengar  pernyataan balon yang akan maju tersebut,  karena orang tahu kemampuan  mereka masing-masing sehingga kesannya mereka main-main. “Mungkin mereka menganggap, pemilukada ini  sama dengan pemilihan  kepala desa, yang bisa dimenangkan  dengan bekal sanak saudara atau kaum kerabat, sehingga mereka dengan percaya diri (PD) nya, berlomba-lomba maju, mereka tidak ukur bayang-bayang mereka sejauh mana kemampuan mereka,” ujarnya.

Kemudian  yang unik lagi, kata Bahrum,  kebanyakan para balon yang pas-pasan ini, menyatakan maju lewat jalur indefenden. “Mungkin mereka kira mudah lewat jalur  indefenden,  sudah lebih  dari  600 kali pemilukada di seluruh Indoonesia, belum sampai  10 orang  calon indefenden yang menang, itu bukti bahwa lewat jalur ini sulit, kemudian  persyaratan untuk maju lewat indefenden (perseorangan) ini tidak mudah, unruk di Kampar harus mengumpulkan  bukti dukungan minimal 31.023 dukungan, wah ini bukan pekerjaan  gampang,” ujarnya.

Oleh sebab itu ia menghimbau  kepada balon-balon yang akan maju  bisa bercermin  diri,  sehingga  pekerjaan mereka tidak mubazir. “Kita kasihan kepada mereka nantinya,  materi mereka banyak habis,  tetapi yang mereka dapatkan jauh dari harapan, banyak kita lihat ditemapt lain, calon bupati dan wakil bupati yang stres setelah pemilihan karena terbelit hutang dan sebagainya, kitatidak berharap hal ini juga menimpa balon-balon yang akan maju dalam pemilukada nantinya, atau mungkin mereka maju ini bisa jadi untuk melengkapi daftar riwayat hidup mereka pernah jadi balon bupati,” ujar Bahrum.(LKAR/hms)

0 komentar:

Posting Komentar

Daerah