![]() |
| F.rtc |
PELALAWAN (LKARNEWS) - Masyarakat Pelalawan diminta memanfaatkan potensi wisata gelombang Bono yang berada di Kecamatan Teluk Meranti semaksimal mungkin. Pasalnya Pemerintah Daerah Pelalawan bersama Pemerintah Provinsi Riau berniat ingin menjadikan potensi wisata gelombang Bono itu sebagai icon wisata nasional yang sudah dijual hingga ke mancanegara.
"Saya ingin masyarakat Pelalawan bisa memanfaatkan potensi wisata gelombang bono yang setiap tahunnya dapat menyedot pengunjung hingga lima ribu pengunjung. Momen seperti ini sudah seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Pelalawan, karena tak mungkin kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri," terang Bupati Pelalawan HM Harris saat membuka acara Penyuluhan Sadar Wisata dan Sosialisasi Sapta Pesona yang diadakan oleh Disbudparpora Pelalawan di Hotel Dika Raya Pangkalan Kerinci, Rabu (29/2) seperti yang dilansir metro riau.
Harris mengatakan bahwa peran masyarakat untuk ikut mensukseskan promosi sekaligus mengambil keuntungan guna meningkatkan ekonomi masyarakat saat ini memang wajib dilakukan. Pasalnya, saat ini pemerintah daerah sendiri sedang berupaya untuk terus menarik wisatawan lokal dan mancanegara dengan mempromosikan gelombang bono yang dimiliki oleh Kabupaten Pelalawan.
"Tak hanya itu, saat ini kita juga akan terus memperbaiki fasilitas penunjang lainnya seperti akses jalan, tempat penginapan serta yang lainnya demi terwujudnya kenyamanan para pengunjung yang ingin menikmati fenomena alam gelombang bono di Teluk Meranti," katanya.
Karena itu, sambungnya, bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan momen tersebut supaya lebih pandai dan jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada. Soalnya dari pengalaman sebelumnya, jumlah pengunjung yang mencapai lima ribu namun ternyata moment ini tak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dengan berjualan makanan atau minuman, serta menyediakan fasilitas lain seperti penginapan atau parkir kendaraan.
"Padahal kalau ini dimanfaatkan maka berapa banyak uang yang berputar di hari itu. Pastinya masyarakat bisa merasakan keuntungan dengan adanya momen ini," tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, selain berjualan makanan juga bisa berjualan souvenir, kerajianan tangan,makanan khas atau baju yang keuntungannya bisa meningkatkan ekonomi keluarga masing-masing.
Dengan adanya potensi ini juga diharapkan masyarakat bisa ikut berpartisipasi mempromosikan daerah dengan bersikap ramah tamah dengan para turis.
"Jadi bukan harus mengikuti kebudayaan luar yang dibawa oleh turis mancanegara ke daerah kita seperti berjalan dengan menggunakan rok pendek
dan melupakan sholat, itu tidak perlu diikuti. Jadi biarlah adat orang itu dibawa kemari tapi kita tidak perlu ikuti mereka kalau bisa
mereka yang mengikuti adat kita sebagai orang pribumi," ungkapnya.
Ditambahkannya, dirinya berharap setelah mendapat pemahaman ini maka ke depan seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan bisa memanfaatkan peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi wisata gelombang bono.
Selain itu, diminta juga pada tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda supaya bisa bekerjasama untuk saling mempromosikan daerah dan menjaga norma agama dan adat melayuagar tidak hilang karena tergeser dengan peradaban dari luar. (lkarn)
"Saya ingin masyarakat Pelalawan bisa memanfaatkan potensi wisata gelombang bono yang setiap tahunnya dapat menyedot pengunjung hingga lima ribu pengunjung. Momen seperti ini sudah seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Pelalawan, karena tak mungkin kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri," terang Bupati Pelalawan HM Harris saat membuka acara Penyuluhan Sadar Wisata dan Sosialisasi Sapta Pesona yang diadakan oleh Disbudparpora Pelalawan di Hotel Dika Raya Pangkalan Kerinci, Rabu (29/2) seperti yang dilansir metro riau.
Harris mengatakan bahwa peran masyarakat untuk ikut mensukseskan promosi sekaligus mengambil keuntungan guna meningkatkan ekonomi masyarakat saat ini memang wajib dilakukan. Pasalnya, saat ini pemerintah daerah sendiri sedang berupaya untuk terus menarik wisatawan lokal dan mancanegara dengan mempromosikan gelombang bono yang dimiliki oleh Kabupaten Pelalawan.
"Tak hanya itu, saat ini kita juga akan terus memperbaiki fasilitas penunjang lainnya seperti akses jalan, tempat penginapan serta yang lainnya demi terwujudnya kenyamanan para pengunjung yang ingin menikmati fenomena alam gelombang bono di Teluk Meranti," katanya.
Karena itu, sambungnya, bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan momen tersebut supaya lebih pandai dan jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada. Soalnya dari pengalaman sebelumnya, jumlah pengunjung yang mencapai lima ribu namun ternyata moment ini tak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dengan berjualan makanan atau minuman, serta menyediakan fasilitas lain seperti penginapan atau parkir kendaraan.
"Padahal kalau ini dimanfaatkan maka berapa banyak uang yang berputar di hari itu. Pastinya masyarakat bisa merasakan keuntungan dengan adanya momen ini," tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, selain berjualan makanan juga bisa berjualan souvenir, kerajianan tangan,makanan khas atau baju yang keuntungannya bisa meningkatkan ekonomi keluarga masing-masing.
Dengan adanya potensi ini juga diharapkan masyarakat bisa ikut berpartisipasi mempromosikan daerah dengan bersikap ramah tamah dengan para turis.
"Jadi bukan harus mengikuti kebudayaan luar yang dibawa oleh turis mancanegara ke daerah kita seperti berjalan dengan menggunakan rok pendek
dan melupakan sholat, itu tidak perlu diikuti. Jadi biarlah adat orang itu dibawa kemari tapi kita tidak perlu ikuti mereka kalau bisa
mereka yang mengikuti adat kita sebagai orang pribumi," ungkapnya.
Ditambahkannya, dirinya berharap setelah mendapat pemahaman ini maka ke depan seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan bisa memanfaatkan peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi wisata gelombang bono.
Selain itu, diminta juga pada tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda supaya bisa bekerjasama untuk saling mempromosikan daerah dan menjaga norma agama dan adat melayuagar tidak hilang karena tergeser dengan peradaban dari luar. (lkarn)
Sitemap
Forum Komunikasi
Kebijakan
Kontak Me

0 komentar:
Posting Komentar