Home » » Kemiskinan dan Ujian yang melanda keluarga Ujang

Kemiskinan dan Ujian yang melanda keluarga Ujang

Written By LKAR on Minggu, 02 Oktober 2011 | 21.08

Indonesia telah 66 tahun merdeka dan berdaulat atas tanah sendiri setelah sukses melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Namun sayangnya, selama 66 tahun itu negeri ini belum sukses memerdekakan seluruh rakyatnya dari perang ekonomi kesejahteraan.

Seperti yang kita ketahui hingga sekarang diseluruh pelosok negeri ini kita lihat baik secara langsung maupun melalui media cetak (Koran-red) dan media elektronik (TV-red), masih banyak rakyat negeri ini yang hidup jauh dibawah garis kemiskinan. Bahkan mereka (kaum miskin-red) seakan terabaikan dari progam pembangunan jangka panjang dan jangka pendek di negeri ini yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Hal itu juga kita rasakan di Riau ini Dibalik kekayaan dan kemajuan yang cukup pesat,di Propinsi Riau ternyata ada beberapa kisah pahit yang dialami masyarakat yang bernaung didalam propinsi yang katanya atas bawah minyak ini.

Sepertihalnya yang dialami oleh keluarga Suhardi seorang tukang becak, yang bertempat tinggal di limbungan kecamatan rumbai pesisir. dengan kondisi ekonomi yang cukup lemah dan tak berdaya.

Dibalik kemiskinan yang melanda keluarganya , ternyata ada cobaan lain yang ia alami juga, dimana istri yang ia cintai sudah menderita sakit kanker dipayudaranya sejak dua tahun lalu bahkan kini payudara sang istri hanya tinggal sebelah karena digerogoti penyakit yang dideritanya.

Sungguh tragis apa yang dialami ujang dan keluarganya jangankan untuk mengobati sang istri yang bernama nurhayati, bahkan untuk makan sehari-hari dengan pendapatan tidak seberapa dari menarik becak pun terkadang  tidak mencukupi. " sehari-hari saya hanya menarik becak, terkadang mencukupi untuk makan anak istri saya terkadang tidak" katanya.

Sebelum sakit sang istri yang cukup parah, terkadang istrinya juga membantu untuk mencari nafkah dengan mencuci pakaian kerumah orang tanpa menghiraukan sakit yang ia derita demi mencukupi kehidupan sehari-harinya. Namun cukup disayangkan penyakit yang dideritannya tersebut semakin hari semakin tak bisa di tolelir.

Ujang sempat berusaha membawa istrinya ke rumah sakit beberapa waktu lalu, dimana ketika dirumah sakit tersebut dokter memvonis istrinya mengidap kanker payudara dan musti dioperasi karena berbagai pertimbangan terutama masalah dana ia kembali membawa istrinya pulang kerumah dan mencoba berbagai pengobatan tradisional dengan biaya yang lebih rendah." kita sudah coba bawa kerumah sakit namun karena biaya saya bawa pulang lg istri saya" katanya.

Terkadang sebagai seorang suami ujang (panggilan akrab surhadi)kerapkali mengalami putus asa terhadap usaha yang ia lakukan demi kesembuhan sang istri namun hasilnya masih nihil yang ada bahkan kondisi istrinya tambah memburuk.

Hingga suatu ketika tetangga ujang yang bernama fitri yanti mengetahui kondisi istri ujang semakin memburuk ia langsung mencari bantuan dengan menjumpai seorang wanita yang cukup aktif dibeberapa organisasi. wanita itu bernama Isra warnis.

Karena mendengar kabar yang memilukan tersebut wanita itu tersentuh hatinya karena merasa sesama kaum hawa, ia pun dengan sigap menelpon beberapa kenalannya dengan maksud untuk membantu memasukkan segera kerumah sakit dan mendapatkan pertolongan untuk istri dari ujang tersebut.  " kita sangat terkejut mendengarkan kabar yang memilukan tersebut makanya waktu itu saya berusaha menghubungi kenalan saya" katanya

isra memang dikenal sebagai orang yang memiliki solidaritas yang cukup tinggi karena ia berprinsip hidup didunia adalah salin tolong menolong sesama manusia.

Singkat cerita akhirnya ia mendapatkan rekomendasi dari salah seorang anggota DPR RI bernama ian siagian untuk memasukkan Nurhayati dan kini mendapatkan perawatan di RSUD Arifin ahmad Pekanbaru.

Melihat bantuan yang diberikan isra walaupun dengan mencarikan rekomendasi untuk memasukkan istrinya kerumah sakit, ujang sangat berterimakasih sekali apa yang dilakukan isra karena menurutnya usaha yang dilakukan isra cukup luar biasa sehingga mendapatkan rekomendasi tersebut dan istrinya mendapatkan perawatan yang baik " terimakasih ibu isra atas bantuannya semoga tuhan akan membalas semua usaha yang ibu berikan untuk saya" ucapnya sambil matanya berkaca-kaca.

Memang cukup tragis apa yang dialami keluarga ujang tersebut, mungkin masih banyak lagi keluarga miskin yang mengalami nasib yang sama seperti ujang atau bahkan melebihi dari nasib ujang. nah bagaimana cara kita masyarakat dan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan tersebut??? dan bagaiman a bentuk kepedulian kita terhadap kemiskinan ini ?? tentunya dengan uluran tangan dari kita dan pemerintah

 

0 komentar:

Posting Komentar

Daerah